Senin, 13 Juni 2016

buku cinta di ujung sajadah
buku cinta di ujung sajadah
Buku Cinta di Ujung Sajadah ini merupakan buku karya Asma Nadia yang direvisi ulang lagi. Sudah pernah diterbitkan oleh Lingkar Pena Publishing House. Namun sekarang dicetak ulang kembali oleh Asma Nadia Publishing House:)
Buku baru karya Asma Nadia ini akan segera difilmkan lho.. Udah tau kan buku apa aja yang sudah difilmkan?? Catatan Hati Seorang Istri dan Assalamualaikum Beijing. Yuk yang penasaran sama sinopsis dan resensi buku cinta di ujung sajadah silahkan dibaca ke bawah😀
====================================
Berikut adalah Sinopsis Buku Cinta di Ujung Sajadah…
====================================
Namanya Makky Matahari Muhammad dan Cinta menyimpan nama itu dengan baik di kepalanya. Bukan karena salam yang diucapkan lelaki itu saat pertama bertemu.
Tetapi karena kehadirannya membawa pelangi dalam hidup Cinta.

Belasan tahun menjalankan hidup sebagai piatu, Cinta bahkan tidak tahu wajah ibunya.
Papa dengan sempurna melenyapkan setiap jejak perempuan terkasih itu. Saat Papa menikah dengan Mama Alia, dan membawa dua saudara tiri, Cinta makin tersisih.

Ketika surga terenggut dari hari-hari Cinta, lelaki itu hadir.
Makky Matahari Muhammad yang humoris namun santun itu mengenalkannya pada dunia lain yang memberi kebahagiaan. Hingga sebuah rahasia besar belasan tahun terbongkar, dan Cinta harus menempuh perjalanan jauh yang memisahkan mereka.

___________________
Novel yang mampu memberikan porsi pada cinta, tanpa ada kedzaliman pada hati. Hingga cinta tak kenal galau. (Hamid Zanath Zayn)
Cerita cinta apik yang lebar. Nggak melulu cinta sama sang Makky. Tapi juga cinta bunda dan keluarga, sahabat, and ofcourse cinta kepada Allah make me love this book grin emotikon
(Linbud Binti Buyung)

Sungguh cerita yang menguras airmata. Tak bosan membaca novel ini berulang kali. Mengajarkan pembaca akan arti “surga di bawah telapak kaki ibu”. Menghibur sekaligus menjadi teladan bagi pembaca untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhan.
(Ocha Thalib)

============================
Untuk resensi buku cinta di ujung sajadah kali diresensi oleh bungakaktus.wordpress.com
============================
Cinta adalah seorang gadis piatu. Belasan tahun ia mencari tahu siapa ibunya? Namun ayah Cinta tak pernah mau mengatakan siapa ibunya? Dimana ibunya berada? Bahkan Cinta tidak tahu bagaimana wajah ibunya. Ayah Cinta telah menghapus semua jejak tentang ibunya.
Cinta semakin merasa tersisih. Sejak ayahnya menikah dengan Mama Alia, dan membawa dua saudara tiri. Tak pernah ia temukan surga di rumahnya. Sampai suatu hari hadir seorang laki-laki, Makky Matahari Muhammad. Lelaki yang humoris tapi santun itu mengenalkan sebuah dunia baru kepada Cinta. Membawakan setitik cerah di kehidupannya.
Hingga terbongkarlah rahasia besar selama belasan tahun. Mungkinkah ibunya masih hidup? Munginkah Cinta dapat membalaskan jutaan rindu yang terpatri di mata perinya itu?
Cinta harus menempuh perjalanan jauh untuk membalaskan rindu di matanya itu. Menelusuri jejak ibunya di setiap penjuru langit.  Ketika dihadapkan dengan jalan buntu, Cinta berjuang. Ia semakin mendekatkan dirinya kepada Allah. Mencari-cari sebuah jawaban dimanakah ibunya? Dalam sujud-sujudnya yang panjang.
Hingga tuntas senja di Madinah.
Cinta di ujung sajadah
Ketika hamba kehilangan arah
Rindukan cinta yang tak kenal salah
Cinta… tanpa hawa dunia…
Potongan lirik lagu “Cinta di Ujung Sajadah” karya sang penulis Asma Nadia yang dinyanyikan oleh Bestari (Bersama Cinta dan Ridho Illahi).  Sebuah tim nasyid muslimah dengan personil awal: Yuni Prihayati, Farida Ariyani, Novi Kristiani, Ovi, dan Asma Nadia sendiri.
Penulis bernama Asma Nadia sudah tidak asing lagi di Forum Lingkar Pena. Terbukti dengan karya-karyanya berupa cerpen dan novel mendapatkan berbagai penghargaan. Selain menulis fiksi ataupun nonfiksi ia juga menulis sebuah lirik lagu yang sekarang menjadi sebuah sountrack novel. Lagu “Cinta di Ujung Sajadah” bersama lagu Bestari Nasyid lainnya dimuat dalam CD bonus setiap pembelian buku novel ini.
Novel ini merupakan revisi dari salah satu novel lamanya yang berjudul “Ada Rindu di Mata Peri”. Novel ini merupakan salah satu novel lama favorit Asma Nadia. Karena isinya bukan hanya mementingkan romantisme cinta antara laki-laki dan perempuan saja, tetapi berbicara tentang cinta yang lebih luas. Cinta yang menyentuh kita sehari-hari. Cinta seorang ibu yang terkadang dimaknai oleh seorang anak.
Novel ini membuat pembacanya mengikuti suasana novel. Sehingga tidak jarang ada bagian kisah yang membuat pembaca menguras air mata. Kisahnya yang sangat dramatis terasa begitu ringan dibaca, deskriptif, menarik, tetapi tidak mengurangi hikmah-hikmah yang terkandung dalam novel tersebut. Harus diakui, dalam novel ini tidak hanya menghibur pembacanya. Melainkan juga dapat menjadi teladan bagi para pembacanya.
Lewat novel ini kita akan dibawa ke masa lalu, yaitu saat Cinta berusia belasan tahun. Latar belakang novel ini sendiri adalah di beberapa kota besar di pulau jawa. Seperti Bogor, Jakarta, Bandung, sampai Jogjakarta. Ceritanya yang deskirtif menggambarkan realitas keadaan di setiap kota yang dijelajahi Cinta ketika pencarian ibunya.
Banyak konflik batin yang dialami Cinta sehingga membuat dirinya berubah menjadi lebih baik. Menjadi semakin dekat kepada Tuhannya. Selain itu karena sahabat-sahabat Cinta yang sangat mengerti arti persahabatan mengajarkan kita tentang sebuah kesetia kawanan.
Namun kekurangannya dalam kisah ini tidak berakhir happy ending. Sehingga cukup menguras air mata. Walaupun begitu, kita dapat memetik banyak teladan baik itu dari sifat-sifat Cinta, maupun arti sebuah cinta seorang anak terhadap ibunya. Membuat kita menyadari bahwa cinta seorang ibu itu sangatlah tulus.
Buku ini layak dibaca oleh semua kalangan yang mencari-cari arti sebuah cinta yang sebenarnya. Meski kebanyakan dalam novel ini mengisahkan tentang masa lalu Cinta saat berumur belasan tahun. Namun novel ini juga mengisahkan siapa sosok suami yang telah menikahi Cinta. Bukan hanya cinta antara laki-laki dan perempuan. Tapi juga cinta seorang anak terhadap ibunya.
Beruntunglah bagi setiap orang yang sampai sekarang dapat melihat ibu dan bapaknya masih ada di samping anak-anaknya. Cinta tidak pernah merasakan bahkan mengetahui wajah ibunya saja ia tidak pernah. Sahabat, pembantunya, dan sekarang yang menjadi suaminya lah yang masih bisa membuatnya merasakan surga itu.
Kendati begitu “Surga di bawah telapak kaki ibu” tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Berbaktilah kepada kedua orangtua terlebih lagi kepada ibu yang telah mengandung kita selama sembilan bulan. Sehingga sebesar ini merawat dan mendidik kita tanpa kenal keluh kesah.

Senin, 30 Mei 2016

PANGKALAN DATA

    





     Pangkalan data ialah informasi yang disimpan dalam berkas komputer dan dapat diakses dari terminal lain meskipun berjarak jauh melalui jaringan telekomunikasi. Bagi kalangan komputer pangkalan data diartikan dengan basis data, yakni kumpulan cantuman yang sejenis dan terdapat hubungan antara cantuman-cantuman tersebut Berkembangnya publikasi ilmiah dan teknologi informasi mendorong munculnya pangkalan data bibliografi dalam berbagai bidang seperti; International Nuclear Information Sistem/INIS salah satu pangkalan data dibawah naungan Inteernational Atomic Energy Agency yang berdiri tahun 1970 yang sampai 1998 beranggotakan 107 terdiri atas beberapa negara dan organisasi internasional. Pangkalan data yang bersekretariat di Wina Austria ini telah memiliki 1,8 juta cantuman/record lebih dan penambahan rata 80.000 - 85.000 cantuman setiap tahun. Para anggota itu berkewajiban untuk mengumpulkan segala macam literatur tentang energi nuklir yang diterbitkan oleh negara masing-masing lalu diserahkan ke IARA lalu disebarluaskan produk luarnya secara desentralisasi. Informasi pangkalan data ini dapat diperoleh dalam bentuk cetakan maupun elektronik seperti pita magnetik, sistem terpasang/online maupun melalui CD-ROM INIS. CD-ROM INIS ini diproduksi oleh IAEA bekerja sama dengan Silert Platter Information Inc. lalu dikirim ke semua anggota INIS. Koleksi CD-ROM ini terdiri dari tujuh piringan dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1996 dan yang terbaru periode Januari-Maret 1997 yang berisi 1.746.302 cantuman. CD-ROM terbaru setiap tiga bulan sekali diperbaharui sampai lengkap.Pemanfaatan CD-ROM INIS ini dengan cara dipasang pada Personal Computer/PC dan dapat dioperasikan melalui perangkat lunak SPIRS/Silver Platter Information Retrieval System yang terdiri dari dua versi yakni versi DOS dan versi Windows.








     Pangkalan data INIS ini mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir antara 89 - 90 % terbitan dunia (Penelitian Internasional Centre for Scientific and Technical Information) salah satu anggota INIS di Moskow Rusia. Cakupan itu meliputi buku 18 % berbagai sumber, film 6 %, Jurnal 55 % paten 2 % dan laporan penelitian 19 %. Pangkalan data tersebut juga mencantumkan abstrak yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Inggris 72 %, bahasa Rusia 13 %, bahasa Jerman 6 %, bahasa Jepang 3 %, bahasa Perancis 2 %, bahasa Portugis 1 % dan bahasa yang lain 3 %. Kini orang mulai cenderung menggunakan CD-ROM dalam akses informasi ilmiah karena lebih mudah dan lebih cepat, perangkat lunaknya mudah dioperasikan user friendly, dinamis, mudah dicetak sesuai kebutuhan, mudah cara simpannya, dan lebih efisien. Untuk akses langsung ke pangkalan data ternyata lebih mahal karena dikenakan tiga jenis biaya yakni biaya telekomunikasi, biaya akses pangkalan data, dan biaya tambahan seperti biaya pengiriman dokumen dan biaya-biaya lain seperti sewa terminal dan lainnya.

Jumat, 15 April 2016

Sinopsis dan Resensi Buku Daun Yang JatuhTak Pernah Membenci Angin Karya Tere Liye


sinopsis dan resensi buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Kali ini mau ngasih sinopsis dan resensi buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Judulnya? keren banget ya.. gimana isi bukunya? bukunya sangat inspiratif deh.. keren lah buat bang tere liye..😀
Oke, ini dia sinopsis buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin :
Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.
====================================================
Dan untuk resensi buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin diresensi olehhttp://hawasahara.blogspot.com/ berikut resensinya:)
Judul                             : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang                  : Tere-Liye
Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan                        : Ketujuh, September 2012
Jumlah halaman     : 264 halaman
 “Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji-janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Sekarang, ketika dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya”
Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin, berkisah tentang kenangan dan cinta yang dialami oleh seorang gadis cantik dan pintar bernama Tania. Seperti sebuah lego yang disusun satu persatu hingga menjadi utuh, kisah dalam novel yang di tulis oleh Tere Liye ini sanggup menghanyutkan hati pembaca pada setiap potongan ceritanya. Ketika berumur 11 tahun, kerasnya kehidupan membuat Tania dan Dede—adik Tania—terpaksa mencari uang dengan mengamen dari satu bus kota ke bus yang lainnya, hal tersebut mereka lakukan demi menghidupi diri mereka dan sang ibu yang sakit-sakitan. Ayah Tania meninggal ketika Tania berumur 8 tahun.
Sejak saat itu pula kehidupan mereka yang pas-pasan berbalik menjadi serba kekurangan. Tania, Dede, dan Ibunya diusir dari rumah kontrakan lalu memutuskan untuk tinggal di rumah kardus dekat dengan sungai dan tempat pembuangan. Ketika Tania dan Dede sedang mengamen, tanpa sengaja Tania menginjak sebuah paku payung pada telapak kaki tanpa alasnya. Tania kecil mencoba menahan rasa sakit sementara adiknya hanya bisa panik tanpa tahu harus melakukan apa. Orang-orang dalam bus hanya melirik Tania yang kesakitan tanpa rasa iba. Ketika itulah, seorang pria muda datang menolong dan membalut kaki Tania dengan sapu tangan putih miliknya. Pria itu bernama Danar, malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk merubah kehidupan Tania, Dede, dan Ibunya. Lambat laun setelah beranjak dewasa, gadis itu akhirnya sadar bahwa perasaan lugu yangdiam-diam tumbuh di hatinya sejak dulu bukanlah perasaan biasa selayaknya seorang adik kepada kakaknya. Danar menjadi pria yang membuka babak baru yang lebih baik dalam kehidupan Tania, juga menjadi cinta pertama baginya. Salahkah perasaan ini? Salahkah bila Tania menyukai seseorang itu, seseorang yang menjadi malaikat bagi keluarganya?
Sudut pandang orang pertama yang digunakan oleh Tere Liye dalam novel ini membuat emosi dan penyampaian melalui sudut pandang Tania menjadi cukup baik dan dapat dinikmati pembaca. Alur maju-mundur yang penulis ingin coba sampaikan dalam bercerita sama sekali tidak membingungkan pembaca. Sang penulis sangat baik dalam merangkai sebuah cerita hingga menemukan benang merahnya. Walau ini adalah kali pertama saya membaca novel karya Tere Liye, nampaknya saya mulai jatuh cinta dengan gaya penulisan yang sederhana namun bermakna khas beliau. Satu hal yang membuat saya ingin memberikan komentar pada novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin yaitu karakter Danar yang saya rasa kurang terlihat dan melekat di dalam cerita. Mungkin karena di dalam novel ini, Tania seolah bercerita mengenai dirinya dan perasaan cintanya, juga ia menceritakan tokoh Danar dari sudut pandangnya.
“…. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin…. Dia membiarkan dirinya jatuhbegitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya….”
(dia)
Yeaa ,saya merasa novel ini mampu menggugah hati saya. Selalu saja air mata saya hampir terjatuh setiap membaca dari halaman satu ke halaman berikutnya. Novel ini indah. Meskipun akhir dari ceritanya, bisa dibilang tidak begitu bahagia. Bagi Anda penggemar novel-novel inspiratif bertemakan percintaan, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin sangat saya rekomendasikan. Anda pasti tidak akan menyesal membacanya:)
resensi buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin
resensi buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin
==========================================
Dan ini ada bonus wallpaper quote dari buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin, silahkan disimpan sekalian diresapi maknanya..:)
quote buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin
quote buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Selasa, 05 April 2016

Pengertian Literatur dan Jenis Literatur



Menurut ALA Glosary of Library and Information Science (1983), Literatur adalah bahan bacaan yang digunakan dalam berbagai aktivitas baik secara intelektual maupun rekreasi.

Literatur dapat dikelompokkan menurut beberapa kategori, diantaranya :
1.   Jenis literatur menurut lokasi penempatan koleksi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu 

a)    Koleksi Umum
       Koleksi umum terdiri atas buku untuk tingkat pembaca dewasa  yang telah diolah dan ditempatkan di rak terbuka. Sebagian besar koleksi umum merupakan monograf dan judul dalam seri. Terbitan berseri yang bukan majalah dapat dimasukkan di sini menjadi koleksi yang dapat dipinjam.

b)    Koleksi referensi
       Koleksi referensi atau koleksi rujukan, menghimpun informasi yang secara langsung dapat menjawab pertanyaan. Misalnya, kamus, direktori, ensiklopedi, buku pedoman, buku pegangan, dll. Selain itu koleksi referensi juga menghimpun informasi yang merujuk kepada sumber informasi lain atau hanya menunjukkan lokasi di mana informasi yang dicari dapat ditemukan. Misalnya, katalog, bibliografi, dan lain - lain.

2.    Jenis literatur menurut  tingkat ketajaman analisisnya dapat dibagi 3                  golongan, yaitu

a)    Literatur primer
     Literatur primer adalah karya tulisan asli yang memuat kajian mengenai sebuat teori baru, atau penjelasan suatu gagasan dalam berbagai bidang. Literatur primer bisa berupa artikel majalah ilmiah, laporan penelitian, disertasi, paten, standard, makalah seminar dan lain-lain. 

b)    Literatur sekunder
    Literatur sekunder merupakan literatur yang berisi informasi mengenai literatur primer. Literatur sekunder menawarkan literatur primer dengan cara meringkas atau menbuat indeks, jadi literatur sekunder tidak berisi pengetahuan baru, melainkan hanya mengulang dan menata pengetahuan yang sudah ada. Literatur ini termasuk dalam jenis koleksi referensi seperti kamus, ensiklopedi, thesaurus, direktori, majalah abstrak, majalah indeks, bibliografi, tinjauan literatur, termasuk juga pangkalan data dan lain-lain.

c)    Literatur tersier
      Literatur tersier adalah literatur yang memuat informasi yang merupakan petunjuk untuk memperoleh literatur sekunder. Yang termasuk literatur tersier adalah bibliografi dari bibliografi, direktori dari direktori dan lain - lain.

Sulistyo-Basuki (1996) membedakan literatur (dokumen) berdasarkan sifatnya menjadi 3, yaitu

1.    Dokumen tekstual
      Dokumen tekstual menyajikan isi lengkap dalam bentuk teks tertulis untuk kemudian dibaca oleh pemakai. Dokumen tekstual meliputi buku, majalah, kumpulan statistik, kartu katalog, dokumen administratif, dokumen perundang-undangan, paten, dan lain - lain.

2.    Dokumen nontekstual
     Dokumen nontekstual juga memuat teks tertulis, namun bagian utamanya disajikan dalam bentuk bukan tertulis atau bentuk lain. Bentuk lain yang dimaksud misalnya bentuk gambar, suara dengan tujuan untuk dilihat, didengar, ataupun dimainkan oleh pemakai. Dokumen nontekstual  dapat dibagi menjadi :
a.    Dokumen ikonik, misalnya peta, atlas, lukisan, foto, dan lain - lain.
b.    Dokumen suara berupa rekaman suara, radio, kaset, dan lain - lain.
c.    Dokumen audio visual atau dokumen pandang dengar, misalnya televisi,              film, dan video.
d.    Dokumen yang bersifat material, artinya jelas dapat dipegang, diraba, dan          dilihat, misalnya bola dunia, karya artistik, monumen, dan lain - lain.

3.    Dokumen campuran
  Merupakan dokumen yang menggabungkan dokumen tekstual dan nontekstual menjadi satu dalam membahas sebuah subjek, misalnya buku ajar bahasa Inggris yang dilengkapi dengan kaset.
Jenis literatur menurut isinya, antara lain dikelompokkan sesuai Klasifikasi Desimal Dewey (Dewy Decimal Classification), yaitu
000-099    Karya umum
100-199    Filsafat
200-299    Agama
300-399    Ilmu-ilmu Sosial
400-499    Bahasa
500-599    Ilmu Murni
600-699    Teknologi (Ilmu Terapan)
700-799    Seni, olah raga, hiburan, rekreasi, hobi
800-899    Sastra
900-999    Geografi, kisah perjalanan, sejarah

Literatur menurut bentuknya dibagi 2, yaitu
1.    Literatur berbentuk buku
2.    Literatur berbentuk non buku

Literatur berformat non buku adalah sebagai berikut:
1.    Piringan hitam
    Piringan hitam biasanya pada umumnya memuat rekaman musik. Akan tetapi piringan hitam dapat pula memuat hal-hal seperti pelajaran, cerita, dan sebagainya. Piringan hitam banyak digunakan sebagai bahan perpustakaan bagi tuna netra.
2.   Pita rekaman
      Pita rekaman dapat digunakan untuk merekam. Pita rekaman sudah jarang digunakan sejak pita  kaset yang lebih praktis umum digunakan orang.
3.    Kaset
     Kaset adalah bentuk pita rekaman yang praktis, bentuknya kecil sehingga mudah dibawa. Kaset dapat digunakan untuk merekam musik, pelajaran, cerita dan lain - lain. 
4.    Laser Disk
       Laser disk digunakan untuk merekam suara maupun gambar.
5.    Film
       Film termasuk bahan perpustakaan yang mahal, baik harga maupun biaya pemeliharaannya.
6.    Filmstrip
7.    Slide
8.   Mikrofilm
      Mikrofilm dapat merekam sampai sebesar 1 halaman surat kabar. Setiap rol panjangnya 100 kaki dapat memuat 600 frame. Biasanya digunakan untuk merekam surat kabar, buku ataupun naskah kuno.
9.    Mikrofish
    Mikrofis sistemnya sama dengan mikrofilm, akan tetapi bahan mikrofis berupa lembaran sebesar kartu pos. Digunakan untuk merekam buku maupun dokumen. Setiap lembar mikrofis dapat memuat 60 – 300 halaman.
10.   Video
        Video banyak digunakan karena sifatnya sama dengan film, akan tetapi harganya jauh lebih murah.
11.    Lukisan
         Lukisan dapat pula dijadikan sebagai bahan perpustakaan.
12.   CD (Compact Disk)
        •   CD
        •   VCD
        •   DVD
        •   CD-ROM
13.    Internet dan lain - lain

Buku memiliki bagian-bagian fisik dan memuat keterangan-keterangan mengenai buku itu, misalnya tahun terbit, hak cipta, dan lain – lain. Menurut A.S. Nasution (1983)  yang umum ada pada suatu buku adalah sebagai berikut:

1.    Sampul/kulit buku (muka, belakang, punggung)
       •    Sampul tebal
       •    Jaket (sampul pelindung)
2.    Halaman pelindung (lembar penguat)
3.    Blok buku yang terdiri atas :
       •    Perwajahan awal (preliminary)
       •    Bagian/perwajahan teks
       •    Perwajahan akhir (postliminary)

Perwajahan awal terdiri atas:
1.    Halaman setengah judul (half title page)
2.    Halaman judul Perancis
3.    Halaman-halaman untuk
       •    Judul, hak cipta
       •    Ucapan terima kasih
       •    Dedikasi
       •    Daftar isi
       •    Daftar peta dan ilustrasi

Perwajahan teks terdiri atas:
1.    Judul bab
2.    Sub-sub judul bab, dan sebagainya
3.    Teks
4.    Keterangan gambar
5.    Catatan (note)
6.    Foto/ilustrasi
7.    Grafik, daftar

Perwajahan akhir terdiri atas lampiran-lampiran sebagai berikut:
1.    Bibliografi
2.    Appendiks
3.    Indeks
4.    Daftar istilah / glossary berikut artinya 

Kamis, 17 Maret 2016

Sinopsis dan Resensi Novel Ayat-Ayat Cinta 2, Habiburrahman El Shirazy


SINOPSIS NOVEL AYAT AYAT CINTA 2
SINOPSIS NOVEL AYAT AYAT CINTA 2
Wah ada kabar yang sangat menggembirakan buat kalian yang suka sama novel novel bagus dan bestseller. Novel AYAT AYAT CINTA 2 telah terbit. Setelah kemarin sempat mengeluarkan novel beraliran baru – novel sejarah – sekarang kang abik meneruskan cerita dari novel ayat-ayat cinta yang fenomenal itu. Udah nonton kan pastinya film ayat-ayat cinta yang diadaptasi dari novel ayat ayat cinta ? Silahkan buka youtube aja yang belum nonton. hehe
Oke.. langsung aja, berikut sinopsis novel ayat ayat cinta 2 karya habiburrahman el shirazy..
===================================================
Fahri, yang kini tinggal di Edinburgh dan bahkan menjadi dosen di University of Edinburgh, terpaksa menjalani ke hidupan sehari-harinya sendirian. Bersama dengan Paman Hulusi, asisten rumah tangganya yang berdarahTurki, ia menruskan kehidupannya tanpa Aisha.
Terkadang Fahri masih saja menangis saat mengingat kenangan-kenangannya bersama Aisha. Kenyataan bahwa istri yang sangat dicintainya itu kini menghilang entah kemana, membuatnya nelangsa dan hampir putus asa. Maka ia menghabiskan hari-harinya dengan menenggelamkan diri dalam kesibukan pekerjaan, penelitian, mengajar, dan bisnis yang dulu dikelola berdua bersama Aisha.
Aisha menghilang dalam sebuah perjalanan ke Palestina bersama teman wanitanya saat ingin membuat cerita dan reportase tentang kehidupan di sana. Teman Aisha ditemukan dalam keadaan sudah kehilangan nyawa dan kondisi tubuh yang mengenaskan dan sangat mungkin kondisi Aisha juga sama meski tubuhnya belum ditemukan saat ini.
Sudah lebih dari dua tahun Fahri berduka dan tenggelam dalam usaha pencarian istri yang sanagat dicintainya itu. Ia pun pindahke Edinburgh karena itulah kota yang sangat disukai Aisha di dataran Inggris. Dengan menyibukkan dirinya, ia berusaha menyingkirkan rasa sedihnya sekaligus memperbaiki citra Islam dan muslim di negeri dunia pertama itu. Ia berbuat baik pada tetangganya, menyebarkan ilmu agama pada berbagai pihak, dan membantu orang-orang yang butuh bantuannya tanpa memandang bulu.
Berbagai kegiatan menyibukkan dirinya, hingga sebuah pertanyaan mengusik datang dari berbagai pihak. Akankah ia membujang seumur hidup setelah ditinggal Aisha? Akankah ia bertemu dengan istrinya itu sekali lagi?
==============================================
Berikut RESENSI NOVEL AYAT AYAT CINTA 2 Karya Habiburrahman El Shirazy yang diresensi oleh http://andhikaramdhan.blogspot.co.id
resensi atas novel karya terbaru dari seorang novelis Habiburrahman el Shirazy ini saya tulis setelah menuntaskan membacanya dalam waktu semalam saja karena rasa penasaran yang begitu besar. Karya ini merupakan kelanjutan kisah dari novel Ayat Ayat Cinta yang terbit sekitar 10 tahun yang lalu. Ada kerinduan pembaca atas kehadiran novel ini. Bukan hanya novel agama, namun ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh para pembaca ketika mereka membacanya tanpa merasa digurui oleh sang penulis. Begitupun ternyata dengan kelanjutan kisahnya di novel Ayat Ayat Cinta bagian 2 ini.
Sebuah setting tempat di sebuah universitas ternama Edinburgh University menjadi halaman pembuka. Bangunan kuno, klasik, namun tampak begitu berkelas membuka kisah. Cerita berlanjut ketika ternyata sang tokoh utama, Fahri Abdullah kini bukan lagi menjadi seorang mahasiswa. Ia sudah menjadi dosen. Dan hari itu ia bertugas untuk menggantikan profesor Charlotte, salah satu dosen senior di universitas tersebut untuk memberikan kuliah mengenai philologi.
Fahri ternyata setelah dinyatakan tidak bersalah pada kasus Noura saat mereka di Mesir dulu kemudian menuntaskan S2 dan S3. Namun sayang, kisah asmaranya bersama sang istri tercinta harus berakhir. Aisha pergi bersama salah satu teman wanitanya yang berprofesi seorang jurnalis ke Palestina. Ia ingin mempelajari dan melihat langsung bagaimana kehidupan masyarakat disana. Fahri tidak bisa menemaninya karena ada ujian Doktoral. Setelah kepergian Aisha hari itu, ia seperti hilang di telan bumi. Tak ada kabar berita, hanya ada satu kabar buruk tentang teman wanita yang pergi dengannya ditemukan tewas mengenaskan di negeri Palestina oleh kekejaman Israel.
Meski sedih namun Fahri masih berharap Aisha masih ada dan akan kembali Alloh pertemukan dengannya.
Sepeninggal istrinya, Fahri menyibukkan diri dengan segala aktifitasnya. Dia pindah ke Edinburgh salah satu kota di kawasan Britania raya, sebuah kota yang sangat diidamkan oleh istri tercintanya. Disana dia mengajar, mengisi berbagai kajian, hingga menjalankan bisnis di berbagai bidang. Ini salah satu nilai tambah novel Ayat Ayat Cinta 2, bukan hanya berkisah tentang cinta namun entrepreneurship juga hadir di seri kedua novel ini. Fahri menjalankan bisnis Aisha di Jerman hingga juga membuka bisnis baru merambah ke bisnis butik dan kuliner.
Fahri mencoba menenggelamkan dirinya dalam kesibukkan agar tidak terlarut dalam kesedihan ditinggal Aisha. Dalam perjalanan kisahnya Fahri dipertemukan dengan beberapa orang. Ia harus menjalin cerita dengan sebuah keluarga yang memiliki anak berbakat bernama Keira dan Jason. Ia juga menjadi seorang tetangga yang baik bagi seorang nenek bernama menek Catarina.
Aktifitas ukhrawi Fahri tetap berlanjut. Kecintaan Fahri akan Alloh dan Rasulnya tercermin dari kegiatan sehari-harinya. Ia masih tetap menjalankan tilawah dan muroja’ah alQuran sebagai dzikir tiap harinya, dia juga diminta menjadi imam masjid di salah satu masjid terkenal di kawasan Britania raya.
Sampai suatu hari Fahri dipertemukan dengan seorang wanita muslim dengan wajah rusak. Fahri menolongnya dan demi keamanan wanita tersebut Fahri memintanya untuk tinggal di rumahnya selama mengurusi status kependudukan wanita tersebut. Wanita itu bernama Sabina. Namun belakangan hari Sabina begitu menunjukkan banyak kesamaan dengan Aisha. Dari mulai masakan, kepribadian, keilmuan hingga perhatiannya. Namun terlalu sulit untuk Fahri mempercayai kalo itu adalah Aisha, bukan hanya fisik yang berbeda, namun pita suara Sabina juga jauh berbeda dengan istrinya.
Dalam beberapa kesempatan Fahri dipertemukan dengan suasana akademik berupa debat terbuka. Dari mulai pembahasan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan hingga pembahasan mengenai teori bahwa semua agama sama. Fahri disana hadir untuk tidak diam, namun dengan keilmuannya ia menjabarkan bagaimana sebenarnya Islam memandang hal tersebut. Kefasihannya menjabarkan Islam membuatnya semakin terkenal hingga iapun ditawari untuk menjadi dosen di Oxford University.
Kedekatan Fahri dengan keluarga Aisha telah mendorong kisah untuk Fahri akhirnya menikahi sepupu Aisha bernama Hulya. Meski awalnya sulit bagi Fahri namun akhirnya Fahri mampu menerima kehadiran Hulya dalam kehidupannya hingga ia memiliki seorang anak bernama Umar al Faruq.
Sebuah kejadian yang tidak mudah diduga dan diterka oleh pembaca terjadi di menjelang akhir novel Ayat Ayat Cinta 2 ini. Ini kehebatan seorang Habiburahman el Shirazy membawa pembacanya seakan masuk dan terus menerka apa yang akan terjadi pada masing-masing tokoh di novel ini. Kejadian tersebut merubah kehidupan Fahri dan akhirnya mempertemukannya kembali dengan istri tercintanya Aisha.
Lalu bagaimana dengan Hulya? Apakah Habiburrahman el Shirazy akan kembali membawa unsur poligami di kisah Novel Ayat Ayat Cinta 2 ini? Anda akan tercengang ketika membacanya sendiri.
Secara umum saya serasa menemukan kembali ruh karya sastra yang bernilai tinggi di novel ini. Bukan hanya rangkaian kata-kata yang ditata indah. Namun juga satu demi satu ajaran Islam kembali Kang Abik sapaan Habiburrahman el Shirazy hadirkan untuk menunjukkan bahwa Islam rahmatan lil’alamiin, Islam adalah rahmat bagi sekalian alam.
Namun jika anda perhatikan, ada yang berubah di novel Ayat Ayat Cinta 2 ini. Jika di seri pertama dulu Habiburrahman el Shirazy menempatkan Fahri sebagai tokoh utama dengan kata ganti orang pertama dengan menggunakan kata “aku”.  Yang membuat pembaca seolah menjadi seorang Fahri. Namun di bagian kedua ini kata ganti orang ketiga dengan sebutan nama muncul menggambarkan masing-masing sang tokoh.
Semoga sebuah tulisan kecil mengenai resensi novel Ayat Ayat Cinta 2 ini menjadi pelepas dahaga bagi para pembaca. Apalagi bagi anda yang sangat ingin memilikinya namun belum terlaksana. Atau bahkan bagi mereka yang memandang sebelah mata akan Islam, semoga ini menjadikan pembuka mata hati akan kebenaran Islam. Terima kasih sekali lagi Habiburrahman el Shiray / kang Abik / @h_elshiray, semoga novel ini menjadikan hikmah dan pelajaran bagi kami para penikmat karya sastra dan bagi semua orang.