Senin, 07 September 2015

KATALOGISASI - CATALOGING

                                                                                 



      Salah satu tugas, pekerjaan, bagian atau unit diperpustakaan yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap pembuatan, penyusunan dan keawetan katalog/daftar dalam bentuk manual atau elektronik/OPAC. Fungsi katalogisasi antara lain; mencatat koleksi milik suatu perpustakaan/pusat informasi, mempercepat temu kembali, dan mengembangkan standar bibliografi internasional. Dalam pembuatan deskripsi katalogisasi terdapat tatacara penggunaan tanda baca maupun penggunaan huruf-huruf tertentu.
Dalam penggunaan penggunaan huruf besar diatur pada;
1) Permulaan kalimat
2) setelah titik
3) huruf pertama nama orang
4) huruf pertama nama tempat
5) huruf pertama peristiwa dalam sejarah
Kemudian penggunaan tanda baca diatur pada;
1) tanda titik disertai strip (--) digunakan untuk memisahkan bagian-bagian dari deskripsi
2) tanda titik (.) digunakan untuk memisahkan bagian-bagian dari deskripsi
3) tanda titik koma (;) untuk memisahkan judul utama dan judul tambahan, dan mendahului keterangan           ilustrasi pada kolasi dan untuk mendahului unsure ukuran tinggi buku dan unsure nomor keterangan seri
4) tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan halaman angka Arab
5) tanda sama dengan (=) digunakan untuk memisahkan judul utama dengan judul alternatif
Kartu katalog perpustakaan dapat disusun alfabetis judul, pengarang, maupun subjek. Kemudian kartu katalog kelas disusun berdasarkan nomor klasifikasi. Hal ini apabila perpustakaan masih menggunakan sistem katalognya secara manual.
      Sejarah katalogisasi dimulai pada tahun 1841 M. Antonio Panizi seorang Itali menulis buku tentang katalogisasi berjudul Rules for Compiling of the Catalogue dan disimpan di British Museum Inggris. Buku ini berisi 91 peraturan tentang katalogisasi. Pada tahun 1903 Charles Ammi Cutter seorang Amerika Serikat menyusun buku katalogisasi berjudul of Dictionary Catalog dan dialah yang menemukan sistem katalog kamus/dictionary catalog. Di London lahir organisasi profesi pustakawan bernama Library association/LA dan lahir organisasi serupa bernama American Library Association/ALA. Pada tahun 1908 kedua organisasi itu sepakat mengadakan kerjasama dalam bidang katalogisasi yang kesepakatan itu disebut Joint Coce 1908. Pada tahun 1920 timbul ide untuk meninjau kembali atas kesepakan tersebut dan baru dapat direalisir pada tahun 1930 dan ketika pecah Perang Dunia II, peninjauan kembali itu dihentikan. Akan tetapi disatu sisi, pustakawan Amerika yang tergabung dalam American Library Association/ALA mengadakan peninjauan kembali terhadap ALA cataloging Rules 1908 kemudian terbit edisi II pada tahun 1941. Pada tahun 1949 peraturan katalogisasi ini ditinjau kembali dan terbitlah buku ALA Cataloging Rules for Author and Titles Entries 1949 yang memuat penentuan tajuk entri. Kemudian pustakawan Amerika mempercayakan Seymur Lubetsky untuk melakukan penelitian dibidang katalogisasi. Ia juga sebagai konsultan pada Bibliographic and Cataloging Policy Library of Congress. Hasil penelitian ini pada tahun 1953 diterbitkan dengan judul Cataloging Rules and Principles. Hasil penelitian ini mendorong International Federationn Library Association/IFLA untuk menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang prinsip-prinsip katalogisasi/International Conference on Cataloging Principles di Paris diikuti 3 negara dan 12 organisasi. Pertemuan ini melahirkan kesepakatan internasional dikenal dengan Statement of Principles atau Paris Principles. Kemudian pada tahun 1967 American Library Association/ALA, Library Association/LA, dan canadian Library Association sepakat untuk menerbitkan peraturan katalogisasi internasional yang disebut The Anglo-American Cataloging Rules yang pada prinsipnya berpegang pada Statement of Paris dan terbit dalam versi Amerika Utara/North American Texts dan versi inggris/british Text. Peraturan-peraturan dalam AACR ini dikelompokkan menjadi tiga bagian yakni bagian I berisi Penentuan Tajuk Entri yang menguraikan tentang cara pemilihan dan penentuan tajuk/ choice of entry dan bagian ini berisi uraian katalogisasi untuk bahan non buku. Pada 1969 terjadi pertemuan katalogisasi/Meeting of Cataloging Experts yang menghasilkan pembentukan kelompok kerja internasional yang ditugasi untuk membentuk tata susunan dan  isi buku deskripsi monograf. Penyusunan ini dimaksudkan agar:
1) informasi bibliografi yang dikeluarkan suatu negara atau direkam dalam satu bahasa mudah dikenal oleh  
    negara lain atau oleh orang yang menggunakan bahasa lain.
2) informasi yang dikeluarkan suatu negara dapat disusun dengan informasi yang dikeluarkan oleh negara lain.
3) informasi bibliografi dicatat dalam bentuk yang digunakan oleh mesin.
 Kemudian pada tahun 1971 panitia tersebut membuat rumusan deskripsi monograf lalu dibukukan menjadi international standard Bibliographic Description for Monograph/ISBD-M. Dalam perkembangannya, ISBD-M ini dianggap kurang rinci dan kurang jelas lalu dibahas dalam pertemuan Internasional Federation of Library Association/IFLA, tahun 1972 dan lahirlah ISBD-M dan ISBD-M ISBD-S.
       Kebutuhan penyempurnaan katalogisasi semakin mendesak lalu timbul ide untuk merevisi AACR. Kemudian dibentuk kelompok kerja yang terdiri Michael Gorman (penyusun edisi ringkas AACR 1967 British Text) dan philip K.Escreet dan Geofery Hamilton (keduanya lalu bekerja untuk Joint Steering Committe for Revision of AACR1). Kemudian pada tahun 1978 terbitlah AACR2 sebagai hasil kerjasama antara American Library Association, Library Association, Library of congress, dan Canadian Library Association.

Minggu, 30 Agustus 2015

Buku elektronik-electronic book/e-book


                                                       


          Bentuk buku ini pada dasarnya adalah layar komputer   dilengkapi dengan kapasitas simpanan/storage dokumen yang amat besar. Bentuk komputer ini sebesar buku yang dapat dibawa kemana-mana. Buku ini dapat dihubungkan dengan soft book network melalui kabel telepon biasa. soft book network adalah semacam buku-buku elektronik yang menyediakan ribuan judul buku maupun jurnal. soft book ini dilengkapi MODEM dan tak perlu menggunakan komputer lagi. setelah tersambung, lalu dapat dipilih judul-judul buku maupun jurnal yang tersedia untuk diisikan kedalam buku elektronik tadi. Namun buku yang didownload itu harus dibeli yang harganya lebih murah dari harga buku biasa yang dicetak pada kertas. Salah satu keuntungannya ialah orang tidak perlu pergi ke toko buku bila ingin suatu buku. Kiranya cukup menunggu beberapa hari kalau mau pesan lewat pos. Buku jenis ini mampu memuat 100 ribu halaman  dan bila ada penambahan buku baru tidak menambah berat.
Hasil gambar untuk e-book

e-book (electronic book)

 

       Oleh karena itu buku ini mudah dan ringan untuk dibawa kemana-mana. Buku ini juga dapat dibaca halaman per halaman dengan cara menekan tombol-tombol yang melekat dipinggir halaman layar kaca. Disamping itu juga dapat diberi tanda halaman-halaman yang telah dibaca maupun menggarisbawahi bagian-bagian yang penting. Tulisan-tulisan dalam buku itu dapat dihapus dan diisi lagi. Huruf-huruf, angka-angka, maupun gambar-gambar pada buku itu dapat diperbesar dan diperkecil sesuai kebutuhan. Jenis buku ini memang praktis untuk siswa maupun mahasiswa, sebab mereka tak perlu membawa tas yang berisi bermacam-macam buku itu ke sekolah. dengan buku elektronik ini sudah dapat dicakup/rekam semua buku pelajaran (kecuali buku tulis) maupun catatan lain. Mirip dengan soft book ini ialah rocket elektrical book yang untuk cara mengisinya harus disambungkan ke toko buku elektronik lewat komputer. jenis buku ini pernah ditawarkan beberapa tahun oleh beberapa perusahaan seperti Bookmark Reader Ricoh namun nampaknya tidak mendapat respon dari masyarakat. Beberapa kekurangan jenis ini antara lain teknologi layarnya masih rendah sehingga teksnya tidak nyaman dibaca Disamping itu usia baterainyapun masih pendek. Kekurangan lain adalah sebagai buku elektronik ini masih memanfaatkan CD maupun disket untuk menyimpan datanya Masalah ini dapat diatasi pada buku elektronik model baru yakni dengan cara materinya dapat diperoleh dan didownload dari situs internet. Para peminat dapat saja membeli buku digital ini (misalnya di toko buku softbook) setelah melakukan transaksi maka konsumen tinggal mendownload judul-judul buku yang diinginkan lalu disimpan di alat bacanya/soft ware book reader.kemungkinan besar harga buku elektronik ini semakin murah mengingat adanya beberapa perusahaan yang berkeinginan untuk memproduksi buku tersebut. Revolusi buku tanpa kertas/paperless book ini mungkin akan mampu menjadi komplemen buku cetak dan tidak menggaantikannya. Sebab bagaimanapun juga buku cetak lebih nyaman, praktis, dan harga terjangkau oleh masyarakat.

Selasa, 18 Agustus 2015

Istilah Fumigasi Dalam Perpustakaan





Hasil gambar untuk Fumigasi

 
      Fumigasi (fumigation) adalah pengasapan bahan kertas/book material dengan uap atau gas beracun untuk membunuh jamur atau serangga yang tumbuh berkembang pada kertas itu. Fumigasi dapat dilaksanakan dalam kotak, lemari/box fumigasi, ruang fumigasi, ruang penyimpaman arsip, ruang koleksi, maupun ruang deposit.Bahan fumigasi disebut fummigant yang bisa berbentuk padat, cair atau gas. Bahan padat antara lain thymol crystal dan phospine. thymol crystal adalah bahan yang dapat mematikan jamur yang tumbuh pada permukaan kertas atau kulit buku. Fumigasi dengan bahan ini memerlukan kotak/box lengkap dengan pemanas lampu pijar watt. Bahan ini akan menguap karena pemanasan dan uap itu pada tekanan dan suhu kamar akan menyublim dan menempel pada kertas yang berfungsi sebagai pelindung terhadap serangan jamur dari luar. Bahan phospine sangat efektif untuk membunuh serangga atau binatang pengerat. Bahan ini dapat berbentuk tablet atau batangan. Bahan tablet atau pelet dengan merk phostoxin, gastxindan gas/Ex-B yang mengandung aluminiumphospide yang dapat bereaksi dengan uap air yang terdapat dalam udara membentuk gas phospine yang beracun. Bentuk batangan mengandung magnesium phospide yang juga dapat bereaksi dengan uap air untuk menghasilkan gas phospine. Fumigant cair terdiri dari formaldehide dan carbon tetra chloride dan carbon disulfide. Bahan formaldehide pada tekanan suhu kamar secara perlahan-lahan akan menguap menjadi gas. Bahan ini berguna untk mematikan jamur. Fumigasi dengan bahan ini dilakukan dalam ruang khusus fumigasi atau kotak/box. caranya ialah bahwa bahan ini ditaruh pada bejana yang ceper agar penguapannya lebih cepat, kemudian dimasukkan ke dalam box yang telah diisi buku yang akan difumigasi. Bahan ini hanya mematikan jamur dan tidak meninggalkan residu maupun uap setelah  selesai fumigasi. Penggunaan carbon tetra chloride dan carbon disulfide dapat dicampur dengan perbandingan 50% : 50%  atau dipisah sama sekali. Bahan ini juga berfungsi untuk mematikan serangga dan cara penggunaannya seperti pada penggunaan formaldehide.
      Bahan gas antara lain  methyl bromide yang memiliki titik didih yang rendah. Oleh karena itu begitu dikeluaran dari dalam tabung langsung menjadi gas. Gas ini lebih berat dari udara, maka dalam proses fumigasi hendaknya dimasukkan dari atap ruangan. Bahan ini berfungsi sebagai pembasmi serangga dan dapat membunuh jamur Aspergillus spp. dan penicllium spp. Gas ini tidak mudah terbakar  dan dapat mematikan api.








Senin, 29 September 2014

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) PERPUSTAKAAN NFBS PEMELIHARAAN DAN PEMERIKSAAN BAHAN PERPUSTAKAAN (STOCK OPNAME)

A.    Tujuan
       Mengetahui keadaan koleksi perpustakaan apakah masih sesuai dengan catatan kepemilikan.


B.    Ruang Lingkup
      Mencocokkan buku di rak dengan daftar pengerakan (shelflist)


C.    Definisi
      Suatu tugas, pekerjaan, bagian, maupun seksi di perpustakaan yang berwenang dan bertugas untuk mengecek kesesuaian bahan pustaka dengan buku induk/database koleksi.


D.    Landasan Kebijakan/Pedoman
       Kebijakan pengembangan dan pemeliharaan koleksi NFBS


E.    Pelaksanaan/Prosedur Kerja
1.    Menetapkan kuota pemeriksaan stok di antara staf perpustakaan
2.    Mengembalikan koleksi perpustakaan yang selesai dipinjam ke rak
3.    Memeriksa dan merapihkan susuna koleksi di rak
4.    Memeriksa dan merapihkan shelflist
5.    Mencocokkan koleksi perpustakaan berdasarkan pada data yang ada pada shelflist
6.    Bila buku ada tapi nomor tidak ada, tambahkan nomor induk pada buku
7.    Tambahkan nomor induk pada kartu shelflist bila nomor induk di kartu shelflist tidak ada
8.    Bila shelflist ada tetapi buku tidak ada, beri tanda tanya pada shelflist
9.    Mencari keberadaan buku
10.    Menghapus tanda tanya (?) di shelflist bila bahan perpustakaan ditemukan dan rebahkan kembali kartu shelflist. Apabila buku tidak ditemukan kartunya dikeluarkan
11.    Mengedit pangkalan data di komputer berdasarkan kumpulan kartu shelflist yang dikeluarkan dari jajarannya
12.    Membuat daftar koleksi bahan perpustakaan yang hilang
13.    Membuat berita acara

F.         Sarana dan Dokumen Pendukung
Daftar pengerakan (shelflist) dan kardeks (komputer)

G Bagan




Minggu, 20 April 2014

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) PERPUSTAKAAN NFBS ( PENERIMAAN MAJALAH PESANAN, HADIAH, DAN PERTUKARAN )

 
               PENERIMAAN MAJALAH PESANAN, HADIAH, DAN PERTUKARAN


A.    Tujuan
Menerima majalah sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika 

B.    Ruang Lingkup
Mencatat dan mengawasi penerimaan semua jenis majalah

C.    Definisi
Memproses/mengolah hasil akuisisi/pengadaan majalah baru

D.    Landasan Kebijakan/Pedoman
1.    Aturan pemberian cap/stempel
2.    Aturan pengisian di kardeks
3.    Aturan pengisian di lembar kerja majalah
4.    Aturan pengisian data majalah di pangkalan data

E.    Pelaksanaan/Prosedur Kerja
1.    Menerima majalah
2.    Mencocokkan majalah yang datang dengan daftar pesan
3.    Mengklaim majalah yang tidak sesuai dengan pesanan
4.    Memeriksa fisik majalah
5.    Mengembalikan majalah yang kondisi fisiknya tidak baik
6.    Memberi cap/stempel
7.    Mengirim data di komputer
8.    Mengirim majalah baru ke bagian pengolahan
9.    Mengirim majalah perpanjangan ke bagian pelayanan

F.    Sarana dan Dokumen Pendukung
Stempel perpustakaan

G. Diagram Alir / Bagan























PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) PERPUSTAKAAN NFBS ( LANGGANAN MAJALAH/JURNAL)

                                          LANGGANAN MAJALAH/JURNAL


A.    Tujuan
Mendapatkan majalah yang dipesan sesuai dengan pesanan dan kebutuhan pengguna 

B.    Ruang Lingkup
      Langganan majalah baru dan perpanjangan langganan majalah

C.    Definisi
       Suatu tugas, pekerjaan, bagian, maupun seksi di perpustakaan yang berwenang dan bertugas untuk mengadakan majalah/jurnal

D.    Landasan Kebijakan/Pedoman
1.    Kurikulum pendidikan
2.    Peraturan prosedur administrasi keuangan LRC NFBS

E.    Pelaksanaan/Prosedur Kerja

1.    Menerima dari sivitas akademika judul-judul majalah yang diperlukan
2.    Mengirim majalah ke tim seleksi
3.    Menerima judul majalah hasil pilihan dari tim seleksi
4.    Membuat proposal pengadaan langganan majalah/jurnal
5.    Persetujuan dan rekomendasi dari kepala LRC
6.    Bila disetujui pengambilan alokasi dana ke sekertaris LRC
7.    Pendaftaran online / pembayaran langsung langganan majalah
8.    Pengiriman bukti pembayaran (transfer) melalui faximile (online)
9.   Memberikan bukti kuitansi pembelian kesekertaris LRC

F.    Sarana dan Dokumen Pendukung
1.    Sumber dana majalah
2.    Kuitansi pembelian

G. Diagram Alir / Bagan



















PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) PERPUSTAKAAN NFBS (PENERIMAAN BUKU DAN MONOGRAF LAINNYA)

 PENERIMAAN BUKU DAN MONOGRAF LAINNYA


 
A.    Tujuan
Menerima buku dan monograf lainnya sesuai dengan pembelian

B.    Ruang Lingkup
Buku dan monograf lainnya berdasarkan pembelian

C.    Definisi
Memproses/mengolah hasil akuisisi/pengadaan buku baru

D.    Landasan Kebijakan/Pedoman
1.    Aturan pemberian cap/stempel
2.    Aturan pemberian nomor induk
3.    Aturan pengisian dibuku induk
4.    Aturan pengisian lembar kerja INDOMARC
5.    Aturan pemasukan data bibliografi di komputer

E.    Pelaksanaan/Prosedur kerja
1.     Menerima buku berserta daftar kirim
2.    Mencocokkan buku dengan daftar kirim
3.    Mencocokkan buku dengan daftar pesan
4.    Memeriksa fisik buku
5.    Menandatangani tanda terima
6.    Memindahkan data dari file pesan ke file buku yang sedang diolah
7.    Memberi dap /stempel di buku
8.    Memberi nomor induk sesuai dengan nomor buku induk
9.    Mengisi data bibliografi ringkas di lembar kerja INDOMARC
10.    Memasukkan kantong, kartu, slip kembali dan lembar kerja ke dalam buku Mengirim ke bagian  pengolahan

F.    Sarana dan Dokumen Pendukung
1.    Lembar kerja INDOMARC
2.    Stempel
3.    Buku induk
4.    Nomor Induk
5.    Kantong, slip. kartu

G. Diagram Alir / Bagan























PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) PERPUSTAKAAN NFBS (PENGADAAN BUKU DAN MONOGRAF LAINNYA)


 PENGADAAN BUKU DAN MONOGRAF LAINNYA

A.    Tujuan
       Mendapatkan buku-buku dan monograf lainnya yang dipesan sesuai dengan hasil seleksi

B.    Ruang Lingkup
Pemesanan buku-buku dan monograf lainnya melalui pembelian

C.    Definisi
Suatu tugas, pekerjaan, bagian, maupun seksi di perpustakaan yang berwenang dan bertugas untuk mengadakan bahan pustaka berupa bahan cetak, bahan non-cetak, atau bahan informasi lain.

D.    Landasan Kebijakan/Pedoman
Peraturan prosedur administrasi keuangan LRC NFBS

E.    Pelaksanaan/Prosedur Kerja
1.    Membuat proposal pengadaan koleksi
2.    Persetujuan dan rekomendasi dari kepala LRC dan Kepala Yayasan NFBS
3.    Bila disetujui pengambilan alokasi dana ke sekertaris LRC
4.    Pembelian langsung/pemesanan buku dan koleksi monograf lainnya
5.    Memberikan laporan pertanggunggungjawaban (LPJ) hasil (kuitansi) kesekertaris LRC

F.    Sarana dan Dokumen Pendukung
1.    proposal pengadaan
2.    Laporan pertanggungjawaban pengadaan
3.    Sumber dana

G. Diagram Alir / Bagan 

























Kamis, 17 April 2014

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (SOP) PERPUSTAKAAN NFBS (SELEKSI BAHAN PERPUSTAKAAN)


SELEKSI BAHAN PERPUSTAKAAN

A.    Tujuan

Menyeleksi bahan koleksi dengan kurikulum pembelajaran yang sedang/akan berlangsung di NFBS

B.    Ruang Lingkup

1.    Mengumpulkan katalog penerbit dan sarana bibliografi lainnya
2.    Mengirim bahan tersebut ke tim seleksi
3.    Melengkapi data bibliografi
4.    Menyusun bahan terpilih

C.    Definisi

Menyeleksi bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna

D.    Landasan Kebijakan/Pedoman

1.    Standarsisasi pengolahan perpustakaan
2.    Kebijakan pengembangan koleksi
3.    Silabus mata pelajaran

E.    Pelaksanaan/Prosedur Kerja

1.    Mengumpulkan katalog penerbit, sumber pemberitaan baru dan           lembar permintaan bahan perpustakaan.
2.    Mengirim bahan-bahan tersebut ke tim seleksi
3.    Menerima bahan perpustakaan hasil seleksi dari tim seleksi
4.    Memeriksa katalog dan daftar desiderata
5.    Melengkapi (verifikasi data bibliografi)
6.    Menyusun bahan terpilih

F.    Sarana dan Dokumen Pendukung


1.    Katalog penerbit (tercetak dan berwarna)
2.    Book review (tinjauan buku)
3.    Indeks/abastrak
4.    Bibliografi
5.    Lembar permintaan pengguna


G. Bagan / Aliran Diagram


























 

Minggu, 23 Februari 2014







Judul buku          : Mediterranean Sea World & Roman Civilization ( DUNIA LAUT TENGAH & PERADABAN ROMAWI
Pengarang          : Kim Seung Ryeol 
Penerjemah       : Endah Nawang Novianti
Suppervised       : Cho Han Ook
Kartunis               : Park Jong Seong 
Penerbit              : Originally published as “WHY? Jijunghae segyewa roma munmyeong” Bye YeaRimDang Publishing Co.,Ltd.- Republik of Korea 2010
Tahun terbit       : 2010                    Cetakan: Pertama
Tebal Buku          : 200 lembar
Harga buku         : Rp. 90.000,00.,

                Buku yang dikarang oleh Kim Seung Ryeol. Kim Seung Ryeol sudah banyak membuat beberapa karya tulis, lho., yang berjudul “Jika Dilihat Dari Budaya, Sejarah Akan Menjadi berbeda”, “Pertemuan Dengan Pengetahuan Informasi Barat” dan lain sebagainya. Kim Seung Ryeol juga mendapat gelar doktor ilmu sejarah dari Universitas Texas Amerika.
                Buku ini sangat menarik dan berbeda dari buku komik yang berlatar belakang sejarah. Karena buku komik sejarah yang lainya sedikit susah dimengerti.
                Kim Seung Ryeol mempuyanyi kekhas-an sendiri lhoo. Yaitu karangan yang dibuatnya lengkap dan mudah dimengerti
                Keunikan dari buku ini adalah mempunyai gambar kartun yang sangat unik, yang jarang ditemui buku yang berlatar belakang sejarah yang mempunyai kartun sangat menarik.
Tema dari buku ini adalah Dunia Laut Tengah dan Peradaban romawi.
Buku ini Tentu saja buku ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu terdapat halaman yang menggunakan bahasa yang sulit dimengerti untuk anak remaja yang kurang mempunyai minat untuk membaca buku.
Kesan dari buku ini adalah ketika membacanya sudah bisa menangkap apa yang ditangkap oleh penulis.
Buku ini diterbitkan oleh ELEX MEDIA COMPUTINDO
Apakah benar di Laut Tengah ada Peradaban Romawi? “ yup, tentu saja ada, Di Laut Tengah peradaban kuno yang paling dikenal adalah peradaban kreta. Disitulah bermulanya peradaban romawi.
Apakah benar di Laut Tengah ada Peradaban Romawi? “ yup, tentu saja ada, Di Laut Tengah peradaban kuno yang paling dikenal adalah peradaban kreta. Disitulah bermulanya peradaban romawi.
Buku ini menceritakan tentang peradaban romawi yang ada di laut tengah. Menggunhakan animasi yang menarik dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Keunggulan buku ini adalah jarangnya buku yang berlatar belakang sejarah yang menggunakan bahasa dan animasi menarik.
Kelemahan buku ini masih didapatknya bahasa yang susah dimengerti
Kerangka dari buku ini mempunyai alur mauju mundur.
Dari segi tinjauan bahasa masih dapat dimengerti tetapi masih ada yang berbelit.
Tidak ditemukanya kesalahan cetakan dari cover,kertas, maupun kalimat.
Buku ini dapat dibaca untuk semua kalangan. Karena bisa digunakan sebagai buku bacaan dan referensi. 

Oleh Jasmine Santri NFBS
Kelas 8